Perangkat ini disebut sebagai model
hybrid karena bisa berubah dari Ultrabook menjadi tablet. Apabila bagian
layar dicabut dari keyboard, maka Aspire P3 akan berfungsi sebagai
tablet. Jika ditancapkan kembali, maka perangkat ini akan hadir dengan
kemampuan Ultrabook.
Acer sendiri selama ini sudah
berkali-kali meluncurkan perangkat hybrid. Lantas, apa yang membedakan
Aspire P3 dengan produk hybrid lainnya?
Menurut Jason Lim, President Director,
Acer Indonesia, ada dua hal yang menjadi pembeda, yaitu dari segi form
factor dan juga penggunaan teknologi prosesor Intel yang lebih baru.
Perangkat ini memang dipersenjatai
dengan produk prosesor baru Intel, yaitu Y series. Produk ini merupakan
prosesor berdaya rendah generasi terbaru Intel.
Dari segi form factor, Aspire P3 hadir
dengan dimensi yang tidak terlalu besar dan juga ringan. Apabila sedang
dalam mode tablet, produk tersebut memiliki ketebalan hanya 9,95mm.
Beratnya pun hanya 800 gram.
Saat dalam mode ultrabook, perangkat ini memiliki ukuran tebal 20mm dan berbobot 1,39kg.
Terdapat dua pilihan untuk prosesornya, yaitu Intel Core i5-3339Y 1,5GHz dual-core dan Intel Core i3-3229Y 1,4HGz dual-core.
Spesifikasi lainnya adalah RAM 2GB, SSD
60GB atau 120GB, kamera 5 megapiksel, grafis Intel HD4000, dan baterai
yang mampu menghidupi perangkat tersebut hingga 6 jam.
Sistem operasi yang digunakannya adalah Windows 8.
Acer Aspire P3 sudah mulai beredar di
pasaran Indonesia. Perangkat ini memiliki harga Rp 7,5 juta untuk versi
prosesor Intel Core i3 dan Rp 8,5 juta untuk versi Intel Core i5.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar